Selasa, 19 Oktober 2010

Semangat

Jika pagi adalah semangat..maka biar dia kusimpan dalm saku baik-baik. Seperti buku hidup. Dan jika orientasi berubah dalam perjalanan, maka biar kubaca untuk mengembalikan ke garis peta semula.

Di mana letak semangat?, dia ada saat pertama kali sinar mentari mengetuk jendela kamar. Menyapa lembut, menarik selimut dan memberikan kesegaran dalam air di kamar mandi.

Bersyukur saja. Itu sudah lebih dari cukup. Pegang semua rencana. dan awasi baik-baik gerak kemudi. Biar tidak ada halangan yang mengubah arahnya.

Sore telah menunggu.

Dengan segala keajaiban malam yang sekiranya akan dihadiahkan. (30 Agustus 2010)

Lagi

Dan awan biru mengabur dalam pekatnya malam. Dan suara dari surau-surau memmenyapa gelap merayapi gulita. Lampu-lampu menyala. Dan doa-doa dipanjatkan. Sekali lagi Tuhan meberikan kesempatan umatnya menikmati malam. (29 Agustus 2010)

Sore

Aih perahu semakin menepi. Angin semilir pembawa harapan tinggal di bawah buritan. Ombak bergulung dan hilang. Pesisir panjang membentang. Sementara nyiur tegak menantang angkasa. Kota kini berwarna jingga. Matahari yang lelah perlahan menarik selimut nya. Diam saja berjuta bahasa. terlalu indah sore dapat dilukiskan. Sepeda-sepeda dari masa lau berlalu lalang. Sementara deru mesin riuh rendah. Kehidupan masih mencoba memperlihatkan eksistensinya. Semnentara bahan bakar sudah menipis. Kepul asap pabrk teruk merusak angkasa. Dan anak-anak sibuk menutup mulutnya.

Di ujung daratan sebuah kata diucapkan " datanglah...." walau kau lelah. Mari berbagi sore yang indah. Setiap hari tidak akan sama wahai pencuri malamku. Kini saatnya, tuangkan limun yang disiapkan harapan kedalam gelas biru.

Begitulah kita. Begitulah kita akn selalu menghabiskan sore bersma. Walau tubuh jauh terpisahkan olehwaktu berjam-jam lamanya......(28 Agustus 2010)

Jika Saja

Saya berlari..menari..menyebar bahagia...yang sempat kering oleh panasnya cuaca.

Saya berlari...menari...menyebar harapan....yang sempat tenggelam oleh luapan air hujan.

Dan kini saya duduk terdiam, membiarkan imajinasi mengembara entah kemana. Mencari cahaya yang mengganggu bertahun-tahun lamanya.

Musim berganti. Danau mengering dan kembali berair. Tapi sampan tetap bersiap. Juga dayung yang setia memeluk dasarnya.

Jika saja malam segera datang, maka akau akan menari lagi. mengikuti irama jam. Mengikuti irama malam. Tanpa lelah hingga hari berganti.

Dan saatpun lelah. kuingin terlelap dibuai harapan dan berharap kau datang tepat pada waktunya.....(27 Agustus 2010)

Bulan

Malam ini bulan Cantik Sekali.

Lihat....dia anggun memandangi bumi

benderang....menyaingi pedar lampu di rumah menyelimuti bukit.

Ingin sekali berlari menapaki bukit...di titik tertinggi memandangi kota dengan malamnya yang berhias bulan

terima kasih untuk-Mu

Selalu saja mengingatkan banyak hal dengan keindahan.

Mengingatkan hari-hari yang patut disyukuri,

daripada menghabiskan waktu berkaca, sementara tubuh semakin renta.

Bulan cantik sekali malam ini.........(26 Agustus 2010)

Kita

Tetaplah menjadi akal sehatku.....saat kegilaan dan kerinduan akan pasar malam mendera........gantikan semua kerlip lampu-lampunya yang mempesona dengan suaramu......dan tetaplah menjadi kita disaat roda memaksaku berada di bawah.....

Jangan pergi sejengkalpun, atau teruslah mendekat, biar kusesak nafas. Dan saat bersamu akan menjadi saat-saat bahagia.

Kalaupun kau pergi, biar kutunggu, dan biarkan jangkar terus berda didasr laut, habis berkarat. Tapi janganlah melebih satu malam, karen akerinduan akan membunuhku perlahan.

Bernyanyilah, lagu bahagia. sedih bahagia, dan bahagia lebih bahagia. Dan kita akan menjadi siluet pada saat memandang sang surya tenggelam.....(27 Agustus 2010)

Fajar

Besok...sahabat saya akan mengakhir masa sendirinya. Dengan keyakinan hati, tanpa interpensi, dan saya yakin tidak ada kaitannya dengan pencapaian materi. Kemudian dalam dunia khayal...atau mungkin kembali ke masa lalu. Atau saat di warung Bang Maung...dengan meja dan bangku panjangnya. Sambil menyantap mie ayam bakso +nasi..menu andalan saat kuliah. Beragam masalaah ia ceritakan. Ya. Masalah keluarga. Ah ingat saat itu, tidak terhitung beberapa tetes air mata jatuh, dan sementara saya hanya diam. Sesekali menyeruput mie ayam yang tidak kepalang panjangnya. Bukan berarti dari banyaknya masalah kami menjadi begitu dekat. Melainkan karena kami menempati ruang yang sama. Ruang warna biru di Gedung G 204. Tempat yang tepat untuk melarikan diri dari masalah perkuliahan. Kamipun belajar fotografi bersama. Banyak agenda yang telah terlaksana. banyak kenangan yang tercipta dalam suka.
Begitulah kami. Tidak ada kata yang tepat untk menggambarkan betapa kami dekat. Tiba-tiba saja kami dibaiat menjadi sebuah keluarga saat kami semua berteria "Motret Mesti berani....". Beberapa masih setia menjalani karunia tersebut. kami seringkali berkumpul. walau sudah bertahun lamanya kami keluar dari ruangan tersebut. Sekedar meregenarasi, tetapi tidak akan pernah membunuh kenangannya. Dan kamu adalah sejarah bagi saya....kamu tahu apa yang terjadi pada diri saya selama ini. Juga sahabat kita lainnya........
Walau kini formasi di lapangan lepas landas gantole telah berubah......yakinkah bahwa benang merah yang telah kita buat dengan susah dan bertahun lamanya tetap terlihat dengan jelas.
Seandainya saja ia ada didepan saya. Saya ingin sekali berpesan. Baik-baiklah kamu dalam perjalananmu nanti. Karena kamu tidak lagi bersama kami.
Tentang keluarga bahagia. Belajarlah dari alam. Saling menghargai. Jangan berharap melebihi apa yang kehidupan dapat berikan. Semua pasangan, saat berjanji, maka Tuhan akan berikan sepetak lahan kering. Yang akan subur oleh keringat dan airmata bahagia mu. Kemudian akan tumbuh rumput dan bunga beranekaragam. Itu, jika kamu menjaganya dengan setulus hati.
Ingat sahabat....Kita hidup tidak untuk selamanya. jadi biarkanlah mengalir saja. Pencapaian-pencapaian yang bersifat fisik, terbukti sering menjebak manusia dalam ketakutan. ketakuan akan mati. Ketakutan akan berpisah dengan dunia yang hanya sementara ini.
Kini kamu tidak akan berpura-pura lagi sebagai ibu yang mengandung anak...seperti malam pentas seni ketika pelantikan anggota baru. yang sempat membuat semua yang melihat tidak habis pikir. Dan kini kamu akan menjadi ibu yang seutuhnya buat kehidupan, seperti ibu-ibu lainnya yang telah memulai lebih dulu.
Dan saya yakin, kamu akan menjadi pasangan dan ibu yang dikehendaki Tuhan.........amien.....

saya masih di kolom koran seperti sediakala..........